FORUM NIMBUZZER & GRETONGERZ

_°★°_' 。☆。*。☆。 ★。\|/。★ ☆ presented by: bli_naruto ☆ ★。/|\。★ 。☆。*。☆。 *°★°*
 
IndeksIndeks  PortalPortal  GalleryGallery  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Keywords
Latest topics
» Rewrap P2 MXF to MOV-Edit Panasonic HPX3100 P2 MXF in Avid MC 6.5/6/5.5/5
by vivian15 Sat Jun 08, 2013 6:32 am

» Convert Panaonic AG-HPX 600 MXF to AIC for editing in iMovie/FCE on mac
by vivian15 Fri May 31, 2013 1:49 pm

» Save 40% to watch Blu-ray/DVD movie on Galaxy Tab 3 on Windows or Mac
by vivian15 Sun May 26, 2013 10:25 pm

» Get latest Pavtube Video Converter Ultimate with 40% off
by vivian15 Sun May 26, 2013 10:24 pm

» How to Convert & Copy HD videos/DVD/Blu-ray to Nokia Lumia 900
by vivian15 Sat May 25, 2013 10:33 am

» iTunes to Nook -Watch iTunes Movies on Nook HD/HD+ tablet
by VickeyJodie Fri Jan 04, 2013 1:27 pm

» 30% off- How to play DVD movies on Windows 8
by VickeyJodie Tue Jan 01, 2013 9:57 pm

» How to Rip/Convert/Transfer Blu-ray & DVD to iTunes 11 for ATV 3 with AC3 5.1 pass-through
by VickeyJodie Tue Jan 01, 2013 9:56 pm

» 40% Off-Sync/Transfer Blu-ray/DVD movie to Asus VivoTab RT tablet
by VickeyJodie Fri Dec 21, 2012 1:11 pm

» 40% Off-Convert & Transfer Blu-ray/DVD movies to Asus Transformer Prime/Infinity TF700
by VickeyJodie Fri Dec 21, 2012 1:11 pm

April 2018
MonTueWedThuFriSatSun
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
CalendarCalendar
Affiliates
free forum

Statistics
Total 87 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah murerocazeb29

Total 283 kiriman artikel dari user in 251 subjects

Share | 
 

 AYU TING TING

Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 237
Points : 708
Join date : 23.08.11

PostSubyek: AYU TING TING   Sun Dec 04, 2011 6:59 pm

Gairah cinta di ranjang 2011 – Namaku Satria, semenjak berumur empat tahun aku diangkat anak oleh keluarga keturunan Chinese karena ibuku yang adalah pembantu keluarga mereka meninggal akibat kebocoran gas, sedangkan ayahku yang tidak bertanggung jawab telah pergi meninggalkannya sejak aku di kandungan ibuku, bahkan melihat wajahnya pun aku tidak pernah.

Keluarga ibuku di kampung terlalu miskin sampai mengurus keluarga mereka pun sulit sehingga keberatan menerimaku. Untunglah keluarga majikan ibuku cukup baik dengan mengangkatku sebagai anaknya, mereka sangat menyayangiku namun semenjak kelahiran anak perempuan mereka perlahan namun pasti perhatian dan kasih sayang mereka kepadaku mulai berkurang, nama anak perempuan mereka Ayu ting ting, perhatian mereka yang berlebih kepada Ayu ting ting membuat Ayu ting ting tumbuh menjadi seorang gadis yang tinggi hati.

Jika ada masalah orang tuaku selalu memenangkan Ayu ting ting dan menyalahkanku. Oleh karena Orang tua angkatku sibuk berbisnis mereka tidak memperhatikan perkembangan Ayu ting ting yang semakin hari semakin buruk dan walaupun aku berusia lebih tua dibandingkan usia Ayu ting ting tetapi Ayu ting ting tidak memandang sebelah mata kepadaku. Hal ini terus berlanjut sampai Ayu ting ting berusia 15 tahun dan aku berusia 18 tahunan, Ayu ting ting duduk di kelas 3 SMP sedangkan aku duduk dikelas 3 SMU.

Ayu ting ting kini tumbuh menjadi seorang gadis yang benar benar cantik dan bodynya benar benar membuat jantung-ku selalu berdetak dengan kencang. Sedangkan aku sendiri tidak ada bedanya dengan pembantu seperti kedua orang tua kandungku.

Hari itu benar benar cerah dan aku mendengar langkah Ayu ting ting yang baru pulang sekolah , seperti biasanya Ayu ting ting melepas sepatunya dengan sembarangan dan juga kaus kakinya dengan sembarangan dilemparkan entah kemana “Heh!!! Satria beresin tuh , aku mau isitirahat dibelakang jangan berani ganggu!!!” Ayu ting ting membentakku Aku dengan tenang membereskan sepatu dan kaus kaki Ayu ting ting , semula jika Ayu ting ting melakukan hal seperti itu aku selalu kesal namun kini aku tidak merasa kesal lagi kepada Ayu ting ting, karena aku mengetahui rahasia Ayu ting ting , bahkan Orang tua Ayu ting ting tidak mengetahui rahasia ini.

Aku tahu bahwa sebentar lagi Ayu ting ting akan mempertontonkan sesuatu yang bisa membuatku terhibur dengan perlakuannya yang memang benar benar kasar. Rahasia kecil Ayu ting ting : gadis itu suka membaca majalah dewasa yang entah didapatkannya dari mana dan hal ini cuma aku saja yang tahu ! tapi ini cuma rahasia kecil masih ada rahasia yang lebih besar. Rahasia ini rahasia istimewa dengan pemeran utama wanitanya Ayu ting ting , Ayu ting ting lebih asik dan wah ketimbang pemain Film Blue. Setelah selesai membereskan sepatu Ayu ting ting aku cepat cepat menyelinap kebelakang, dan aku segera mengambil tempat biasa dibalik pohon besar yang ada dikebun belakang rumah itu.

Aku menanti dengan sabar dan aku melihat pemeran utama wanita sudah mulai kelihatan, Ayu ting ting kulihat memeriksa keadaan sekeliling dan aku menggeser posisi-ku sehingga tidak kelihatan oleh Ayu ting ting, setelah yakin aman kulihat Ayu ting ting duduk dengan santai dibangku kebun sambil membuka sebuah majalah kesukaannya , sambil duduk Ayu ting ting semakin mengangkangkan pahanya , hal ini tentu saja membuat mataku melotot melihat isi rok seragam Ayu ting ting dan kini Wow Ayu ting ting membuka kancing bajunya satu persatu sehingga mataku semakin terbuka lebar melihat tingkah laku Ayu ting ting yang semakin membuatku terangsang , Ayu ting ting mulai meremas remas buah dadanya sendiri , tiba tiba aku-pun berpikir mungkin hal ini yang membuat buah dada dan body Ayu ting ting semakin menggiurkan.

Aksi Ayu ting ting semakin meningkat ia menarik kain segitiganya dan gilanya tangan Ayu ting ting mulai mengusap ngusap dengan lembut daerah kemaluannya dan aku mendengar Ayu ting ting mendesah desah dengan hebat “Ahh…hhhhsshh!” Ayu ting ting mengeliat geliat perlahan dan tubuh Ayu ting ting tampak mengejang dengan kencang selanjutnya terkulai lemas, aku melihat sesuatu meleleh dari milik Ayu ting ting. Aku bertanya – tanya kenapa Ayu ting ting enggak menyuruhku untuk membersihkan cairan putih kental yang pasti terasa enak dimulut-ku, kalau aku disuruh Ayu ting ting aku pasti bersedia membersihkan daerah vagina Ayu ting ting dengan lidahku sampai benar benar bersih.

Setelah selesai Ayu ting ting dengan tenang bangkit dan merapikan pakaiannya, kemudian ia berlalu menuju kamarnya yang terletak dilantai dua. Rahasia Ayu ting ting yang satu ini yang paling asik dan paling ku sukai, bisa dibilang aku adalah satu – satunya orang yang mengetahui peristiwa hebat yang sudah dilakukan oleh Ayu ting ting. Terus terang semenjak aku sering mengintip Ayu ting ting aku sering masturbasi dengan membayangkan sedang melakukan hal – hal yang mengasikkan bersama dengan Ayu ting ting…duhhhh Ayu ting tingy!!!!!!Pikiranku selalu ngeres jika mendengar nama itu disebut ! Ahhh.

Hari itu sepertinya hujan akan turun dengan lebat, untungnya aku sudah sampai dirumah terlebih dahulu, mata-ku memandang tidak tenang , bisa – bisa batal dehh pertunjukan hari ini, walaupun batal cuma sehari tapi aku merasa was – was. Hujan mulai turun disertai bunyi petir bersambutan , aku mendengar suara orang berlari – lari “Brengsekkk Satria!!!” Aku mendengar Ayu ting ting berteriak memanggil namaku “Ambilinn handuk cepetttttt….!!!!” Ayu ting ting memerintahkan-ku mengambil air , aku menuruti keinginannya.

Ayu ting ting tampak cemberut dan seperti biasanya melempar sepatunya dimana – mana “Huuuuhhh hujannn brengsekkkk…. Satria cepeeett!!! Dasar” Ayu ting ting dengan kasar merebut handuk yang kuambilkan. Aku melihat Ayu ting ting tampak tidak tenang menunggu hujan berhenti dan ia sering menengok kebun dibelakang rumah , aku sudah tahu Ayu ting ting pasti sudah enggak sabar untuk mengeluarkan sesuatu dari dalam isi rok SMPnya. Agak lama juga hujan baru berhenti dan aku melihat wajah Ayu ting ting tampak senang melihat hujan sudah berhenti “Hehh bambang kamu jangan berani mengganggu-ku, aku mau istirahat dikebun belakang Ngertiiiii!!! Awass kalau kamu menggangu”Ayu ting ting membentakku.

Aku melihat Ayu ting ting berlalu kekamarnya dan dengan tergesa gesa aku segera mengambil posisi mengintai karena hujan lebat maka tanah ditempatku mengintai menjadi becek dan licin tentu saja hal ini membuatku semakin berhati – hati, tidak berapa lama aku melihat Ayu ting ting , dengan santai ini duduk dibangku kebun dan mengeluarkan majalahnya, Aku melihat Ayu ting ting mulai bergerak dengan erotis sambil meremas – remas buah dadanya sendiri.

Aku sudah tidak sabar ingin melihat yang lebih Syurrr!!!.. tapi entah kenapa kali ini Ayu ting ting cuma meremas – remas buah dadanya dengan gerakan yang erotis, Aku menunggu cukup lama sambil ngos – ngosan melihat gerakan – gerakan Ayu ting ting dan akhirnya setelah lama sekali aku menunggu….. Aku melihat Ayu ting ting mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan menyibakkan Rok Seragam SMPnya keatas… Glek aku menelan ludah menyaksikan Pemandangan yang selalu kutunggu – tunggu bila Ayu ting ting pulang sekolah , Uhh…rupanya Ayu ting ting sudah siap melakukan sesuatu, Wow…mataku sampai melotot melihat Ayu ting ting mulai mengelus – ngelus bagian kemaluannya yang masih tertutup kain segitiga berwarna putih dengan lembut disertai erangan erangan yang benar benar membuatku terangsang berat , Ayu ting ting semakin mengangkang dan tiba – tiba “Pleset… Blukkkk…” Aku terpeleset.
“Aaaawww!!” Ayu ting ting menjerit karena kaget ia segera merapikan pakaiannya yang terbuka disana – sini. “Satriammmmmm!!!! Brengsekkk daasarrr anak punguttt!!!”Ayu ting ting memaki diriku yang tediam dan “Plakkkkk… Plakkkkkkkkk”Ayu ting ting menamparku sehingga aku terjatuh ditanah yang berlumpur tidak puas sampai disitu Ayu ting ting meludahi wajahku “Cuhhhhhhh… dasar monyet ngak tau diriii…” kemudian Ayu ting ting dengan kesal berlalu meninggalkanku.

Perlahan – lahan aku bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, pakaianku kotor oleh Lumpur ,dikamar mandi sambil melamun aku membasuh diriku sampai benar – benar bersih, aku memikirkan kata – kata Ayu ting ting yang sangat menyakiti hatiku , amarahku membara sepanas lahar gunung berapi, selain itu entah kenapa kemaluanku semakin panjang dan tegang karena selalu mengingat pemandangan yang benar-benar menggairahkan.

Entah apa yang kupikirkan , aku keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat dan naik kelantai dua menuju kamar Ayu ting ting. Aku melihat Ayu ting ting sedang memejamkan matanya sambil bermalas – malasan diatas ranjang, pintu kamar Ayu ting ting terbuka lebar , dengan perlahan aku mendekati kamar Ayu ting ting dan dengan hati – hati aku menutup dan mengunci pintu kamar Ayu ting ting “Klikkk”Suara kunci terdengar dengan cukup jelas, Ayu ting ting terbangun karena mendengar kunci “Ahh…..” ia terkejut melihatku berdiri dengan telanjang bulat namun itu Cuma sesaat selanjutnya ia marah besar “Hehhh…. Satriam kamu ngapainnn… keluarr!!!!!! Dasar kacung rendahan!” Ayu ting ting menghampiriku dan hendak menamparku “Aduh…. Brengsekkkkkk!!!!”Ayu ting ting meringis ketika aku menangkis tamparannya rupanya ia kesakitan.

Aku tersenyum menangkap tangan Ayu ting ting yang berusaha menamparku lagi kemudian aku bertarung dengannya , Ayu ting ting mencakar – cakar sampai tubuhku terluka dimana – mana terutama dibagian pundak dan dadaku namun akhirnya aku menang karena Ayu ting ting kini berhasil kutaklukkan dan kuikat kedua tangannya pada pinggiran ranjang dengan seutas kain yang kusobek dari kelambu di kamar Ayu ting ting.

“Satria lepasinnnnn…kurang ajar Satria” Ayu ting ting meronta – ronta “Hehhhh dasar tuliii… denger ngakk!!!!”Ayu ting ting meronta dengan sekuat tenaga namun aku dengan tenang berlutut dipinggiran ranjang dekat kaki Ayu ting ting , mataku menjelajahi tubuh Ayu ting ting tanganku terjulur mengelus kaki Ayu ting ting “Aduhhh Hehhhh dasar ngak tahu diri… jangan kurang ajar kamu…. Anak pungut!!!!”Ayu ting ting menendang tanganku dengan kakinya. Biarpun ditendang hal itu tidak membuatku jera aku kembali berusaha menjamah kaki Ayu ting ting sambil kini menyibakkan rok seragam.

Mataku melotot melihat kemulusan paha Ayu ting ting wahhh!…Ayu ting ting berusaha menendang lagi kali ini aku menangkap pergelangan kaki kirinyanya, karena kaki kirinya tertangkap Ayu ting ting menendanggkan kaki kanannya , tapi itu semuanya sia – sia aku dengan mudah menangkap kaki Kanan Ayu ting ting. Kedua tanganku mengangkangkan Kaki Ayu ting ting dan mulutku menciumi paha dan kaki Ayu ting ting yang masih meronta – ronta dan berteriak teriak memaki diriku.

Wangi tubuh Ayu ting ting semakin membuatku bernafsu, aku kini menerkam tubuh Ayu ting ting sambil mebukai kancing baju seragamnya satu persatu “Awww!!”Ayu ting ting menjerit ketika kutindih tubuhnya , Ayu ting ting meronta – ronta dan berteriak teriak berusaha melakukan perlawanan , aku semakin kuat memeluk pinggang Ayu ting ting yang ramping sambil membenamkan wajahku pada bagian tengah buah dadanya yang sudah terbuka , nafasku memburu , mengendus ngendus harumnya bagian buah dada Ayu ting ting , mulutku mulai menciumi kesana kemari. Dengan kasar tanganku menarik kedua cup penutup dada Ayu ting ting sehingga buah dadanya tersembul dengan bebas “Awww… kuranggg ajar Satriammmmmm.. kamuuuu hehhhh brengsekk Setann”Ayu ting ting terus meronta – ronta. Mataku sampai berkunang kunang melihat buah dada Ayu ting ting yang halus , putih dan harum dihadapan wajahku, tanpa buang waktu aku langsung menyantap buah dada Ayu ting ting bahkan sesekali aku menggigit dengan gemas buah dada Ayu ting ting yang menjerit kesakitan “Aduhhhhh aww sakit aaakkhh!” Ayu ting ting menjerit dan memakiku tapi aku tidak peduli aku terus melumat sambil sesekali menggigit puting susu Ayu ting ting yang berwarna kemerahan, puting susu Ayu ting ting sudah tegak dan juga bulatan dada Ayu ting ting sudah semakin kencang tanda kalau Ayu ting ting mulai terangsang namun Ayu ting ting masih melakukan perlawanan.

Kepalaku semakin turun dan kini berada di hadapan kemaluan Ayu ting ting yang masih terbungkus kain segitiga putih. Aku menghirup dalam dalam aroma kain itu yang terasa membangkitkan birahiku, lama sekali aku menghirup hirup wanginya daerah kemaluan Ayu ting ting yang aromanya lembut , aku mulai bosan dan ingin melihat penghuni kain segitiga Ayu ting ting dengan sejelas jelasnya maka kedua tanganku berusaha menyentakkan kain itu kebawah

“Ahhh…jangan! Bajingan kau!” Ayu ting ting semakin kuat meronta ronta. Dalam hati aku kagum juga dengan tenaga Ayu ting ting, untungnya aku mengikat kedua tangannya. Wow jantungku berdetak dengan kencang melihat permukaan kemaluan Ayu ting ting yang masih botak (seharusnya Cewe SMP kelas tiga sudah ada bulu jembutnya tapi punya Ayu ting ting belum tumbuh!!!!).

Aku menjilat bibir Vagina Ayu ting ting , Ayu ting ting berontak dan terus berontak, aku yang merasa terganggu kini mengikat kedua kaki Ayu ting ting keatas , aku mengikat kedua kaki Ayu ting ting pada tangan Ayu ting ting sehingga kini ia benar – benar merupakan mangsa yang empuk, aku kembali mendekati bagian Vagina Ayu ting ting tanganku mencengkram pinggulnya dan menjilati vagina Ayu ting ting dengan kasar.. sambil berkali – kali aku menghisap kuat – kuat lubang vagina Ayu ting ting semakin kuat aku menghisap semakin kuat Ayu ting ting mengerang dan “Bammbam Brenggg sekkk…. Lepasiinnnnn… Arhhhhhhhh….”Tubuh Ayu ting ting tiba tiba bergetar dengan kuat…. “Cret…… Crot….. Crott”Air kental itu keluar dan meleleh dari sela sela Vagina Ayu ting ting , Ayu ting ting terkulai lemas, tenaganya juga mulai banyak berkurang, keringat mengucur dengan deras dari tubuhnya.

Aku menjilati vagina Ayu ting ting sampai kering dan bersih, setelah itu aku menciumi pangkal paha Ayu ting ting dan mengelus ngelus paha Ayu ting ting yang terasa lembut dan mengasikkan. Dalam pikiran-ku mendadak terlintas sesuatu. Aku ingat waktu aku menonton Film Blue aku melihat pemain pria memasukkan penisnya kedalam anus pemain wanita dan akupun berencana melakukan hal itu maka Aku mulai menggunakan telunjukku menekan – nekan anus Ayu ting ting, Anus Ayu ting ting mendadak berkerut ketika kusentuh dan hal ini membuatku tersenyum menyaksikan anus Ayu ting ting yang berkali kali berkerut, aku semakin senang mempermainkan anus Ayu ting ting dan kini aku menekan kuat kuat jari telunjukku pada tengah tengah anus Ayu ting ting

“Aoww…. Aduh jangannnn sakit heggghhh”Ayu ting ting mulai menangis terisak isak , aku terus menekan jari telunjukku kuat – kuat, kini jari telunjukku dengan pasti mulai masuk semakin dalam dan dalam dan Ayu ting ting semakin terisak-isak. Aku mulai mengeluar masukkan jari telunjukku kedalam anus Ayu ting ting kini aku memasukkan dua jariku mengocok ngocok anus Ayu ting ting “Aduhhhh….duhhhhh Aouuuh”Ayu ting ting meringis – ringis, Aku kini menggeser tubuhku dan mendekatkan kepala kemaluanku pada lubang anus Ayu ting ting dengan paksa aku mendobrak lubang anus Ayu ting ting “Bam jangannnn Aduhh aaggggghh…ampun!”

Ayu ting ting mengerang sambil memejamkan matanya rapat – rapat ketika kepala kemaluanku membongkar liang Anus Ayu ting ting, tapi Ehhhhhh… Ayu ting ting jadi agak anehhh waktu aku tusuk semakin dalam dengan penisku, lidah Ayu ting ting sedikit menjulur keluar.. dan wajah Ayu ting ting menjadi semakin sensual. Aku benar-benar bernafsu, aku semakin lama semakin kuat mengeluar masukkan penisku kedalam anusnya, apalagi kini Ayu ting ting enggak menangis lagi malah ia memandangiku dengan tatapan matanya yang sayu dan juga lidahnya yang secara tidak sengaja menjadi terjulur – julur ketika kusodok sodok dengan kuat liang anusnya.

Tanganku meremas remas buah dadanya Ayu ting ting sambil terus mengocok – ngocok dan tidak berapa lama “Unggghhhh…. Mmm.. Crottt…crott!” Ayu ting ting terkapar kembali. Aku biarkan Ayu ting ting beristirahat sebentar kemudian aku mencabut penisku dari dalam anusnya kini aku mengarahkannya pada liang vagina Ayu ting ting “Ahhh… jangannn Bam …jangan…ampun… ngakkkk mau” Ayu ting ting kembali menangis dengan tiba tiba. “Udah coba aja dulu… pasti kamu suka koq”Aku menjawab dengan santai sambil menggesek gesekkan kepala kemaluanku pada lubang vagina Ayu ting ting.

Aku mulai menekan dengan kuat namun kepala kemaluanku malah terpeleset karena daerah vagina Ayu ting ting terlalu licin tapi aku tidak putus asa aku terus menekan – nekan, setelah mencoba sebanyak 5 kali akhirnya kepala kemaluanku mulai dapat menyelam kedalam jepitan bibir vagina Ayu ting ting “Satria jangan… ahhh jangannn enggakk!!!!!!”Ayu ting ting benar – benar ketakutan dan ia menjerit jerit.

Jeritan Ayu ting ting malah membuatku semakin mendorongkan penisku sampai terasa ada sesuatu didalam vagina Ayu ting ting yang menahal lajunya kepala kemaluanku. Hmmmmm…. Aku yakin inilah dinding pusaka milik Ayu ting ting yang cuma ada satu satunya didunia dan enggak bisa digantikan atau diperbaiki, aku mengambil ancang – ancang dan “Jrebbb… Jrebb”sekuat tenaga aku menghentak-hentakkankan penisku berusaha menjebol dinding pusaka itu dan berhasil! Sementara Ayu ting ting menangis dengan kencang sampai terisak – isak Aku tetap memompa penisku sambil menciumi Ayu ting ting. Uhhhh…nikmatnya…dan aku semakin kencang memompa – mompa liang vagina Ayu ting ting, lama kelamaan tangisan Ayu ting ting berubah menjadi erangan dan kemudian menjadi desahan desahan dan rintihan. Mata Ayu ting ting yang masih basah memandangiku yang masih terus memompanya dengan kuat sehingga tubuh Ayu ting ting tersentak – sentak diatas ranjang, Ayu ting ting memandangiku dengan tatapan matanya sayu dan kurasakan sinar mata Ayu ting ting menjadi lembut.

Aku balas memandanginya mata Ayu ting ting yang terpejam pejam ketika kusentak-sentakkan penisku dengan kuat dan “Serrrrrr…. Crot.. Achhh” Ayu ting ting menggelepar dalam terkaman nafsu birahiku. Aku menarik keluar penisku dari dalam vagina Ayu ting ting, Aku melihat ada cairan meleleh keluar ketika aku mencabut penisku dan itu adalah cairan kenikmatan Ayu ting ting yang tercampur dengan merahnya darah keperawanan Ayu ting ting. Penisku tampak masih segar bugar dan terasa tegang maka aku kali ini kembali menusukkan kepala penisku pada liang anus Ayu ting ting, basahnya penisku oleh air mani Ayu ting ting yang licin mempermudah kepala penisku untuk kembali menyelinap pada liang anus Ayu ting ting “Unggghh…” Ayu ting ting mengeluh ketika kusentakkan kepala penisku , aku semakin menekan penisku kedalam dan mengunjungi kembali lubang anus Ayu ting ting.

Air Mani Ayu ting ting yang menempel pada penisku seakan akan menjadi pelumas sehingga aku merasakan pergesekan antara lubang anus Ayu ting ting yang sempit terasa semakin mengasikkan dan akupun semakin cepat memacu penisku maju mundur menggesek liang anus Ayu ting ting.
“Hhhh… nnnhhhhh… ngggghh”Suara Ayu ting ting benar benar mengasikkan untuk didengar ketika aku memompa – mompa semakin kuat dan cepat, aku mencengkram pinggul Ayu ting ting dan terus mempercepat kocokanku, mataku melihat buah dada Ayu ting ting bergerak dalam irama yang mengasikkan apalagi tubuh Ayu ting ting kini berkeringat sehingga air keringat membuat kulitnya yang putih dan mulus bagaikan mengkilap , benar – benar pemadangan yang sedap dipandang oleh mata.

Lama kelamaan aku merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar tapi aku tetap bertahan aku tidak rela jika hanya keluar sendirian maka sambil terus menyentak – nyentakkan penisku menyodomi Ayu ting ting aku menggosok – gosok klitoris Ayu ting ting dengan agak kuat. “Ouch… Nggggg… Mhhhhh”Ayu ting ting tidak dapat menahan seranganku.

“Sert…cret…crot……”tidak berapa lama aku juga memuntahkan sesuatu yang terasa sangat enak dan nikmatnya dari dalam penisku didalam anus Ayu ting ting. Aku memeluk kuat kuat tubuh Ayu ting ting yang masih terengah – engah karena kecapaian. Benar – benar luar biasa kenikmatan yang bisa kunikmati dari tubuh Ayu ting ting, perlahan – lahan nafas kami berdua berubah menjadi tenang, dengan santai aku mencabut penisku dari dalam liang anus Ayu ting ting.

Aku tersenyum melihat Ayu ting ting yang memandangiku dengan tatapan matanya yang tampak kecapaian, aku bangkit dari atas tubuh Ayu ting ting dan keluar dari dalam kamar Ayu ting ting, dari dalam kulkas aku mengambil sebotol air dingin dan dengan lahap aku meneguk air dingin yang menyegarkan, setelah beristirahat sebentar aku kembali kekamar Ayu ting ting, aku melihat Ayu ting ting yang mengeliat – geliat pertamanya sihhh aku curiga Ayu ting ting hendak melepaskan diri namun Ayu ting ting hanya mengeliatkan tubuhnya.

Hmm…mungkinkah Ayu ting ting merasa pegal karena kuikat? he he hehehe…. Aku mendekati Ayu ting ting kembali lalu aku menyodorkan botol minuman kedekat mulutnya dan Ayu ting ting meminum habis tanpa sisa setetespun. Aku kini membaringkan tubuhku disisi Ayu ting ting tanganku bergerak melepaskan ikatan pada kaki Ayu ting ting dan Ayu ting ting mengeliat – geliatkan tubuhnya , aku membantu memijat mijat bagian pinggul Ayu ting ting yang pasti terasa sangat pegal, terutama pinggul bagian belakang, mataku melirik vagina Ayu ting ting, rupanya Ayu ting ting baru menyadari kalau sedari tadi ia mengangkang sehingga mataku dapat menikmati keindahan Vagina Ayu ting ting yang mengasikkan makanya ia langsung merapatkan kedua paha serapat mungkin dan berusaha menggeser posisi pinggul seakan – akan hendak menyembunyikan wilayah terpenting pada tubuhnya.

Aku merasakan penisku kembali tegang kini tanganku meraba – raba ketiak Ayu ting ting dan mulai mendekatkan mulutku pada ketiak Ayu ting ting yang terbuka lebar karena kedua tangan Ayu ting ting kuikat keatas, aku menjilati ketiak Ayu ting ting sampai Ayu ting ting mengeluh dan merintih – rintih kegelian aku berusaha untuk membangkitkan gairah Ayu ting ting , Duhhhh ketiak Ayu ting ting harum dan terasa lembut dilidahku, akupun tidak segan – segan lagi menghisap – hisap ketiak Ayu ting ting dengan agak kasar, sambil menghisap – hisap, tanganku mulai membelai – belai buah dada Ayu ting ting, kuremas buah dada Ayu ting ting dengan lembut , Ayu ting ting semakin sering merintih – rintih, Aku melihat Ayu ting ting terpejam – pejam dan mulutnya setengah terbuka sehingga menambah cantik wajahnya aku mulai menggeluti tubuh Ayu ting ting tanganku melingkar memeluk pinggang Ayu ting ting dan yang satu lagi memeluk punggung Ayu ting ting.

Aku mendekatkan wajahku pada wajah Ayu ting ting dan langsung mencium bibirnya yang agak terbuka, aku mengisap dengan lembut namun semakin lama hisapanku semakin kuat dan membara “Hmm…Mmmhh”suara mulut Ayu ting ting tersumpal mulutku yang sedang asik menghisap dan mengait – ngait lidah Ayu ting ting, Ayu ting ting agak meronta dan nafasnya semakin memburu rupanya Ayu ting ting mulai kehabisan nafas tapi aku malah semakin kuat memeluk tubuh Ayu ting ting dan semakin kuat menghisap mulutnya aku ingin menghisap dan membersihkan mulut Ayu ting ting yang sering dipakai untuk memakiku. Lama juga aku bertarung mulut dengan Ayu ting ting aku akhirnya melepaskan mulutku dari mulut Ayu ting ting,

“Ahh…Hhh…hhhhhhh”Aku melihat Ayu ting ting menarik nafasnya panjang – panjang , mata Ayu ting ting memandangiku dengan tatapannya yang sayu.Aku melepaskan tangannya sebelah kiri dan kemudian yang sebelah kanan, tubuh Ayu ting ting mengeliat dalam pelukanku , aku memijat mijat bagian pundak Ayu ting ting yang pasti terasa pegal, Aku merasa senang berhasil menjinakkan Ayu ting ting yang semula begitu garang melakukan perlawanan, tangannya yang sering dipakai menampar wajahku kini terkulai lemah tanpa tenaga , mulutnya yang sering memakiku kini merintih rintih dan terasa sangat merdu ditelingaku.Aku mulai mempermainkan buah dada Ayu ting ting yang terasa semakin mengeras dan semakin kenyal, jari tanganku juga semakin sering menarik – narik perlahan puting susu Ayu ting ting kemudian kulanjutkan aksiku meremas – remas buah dada Ayu ting ting dengan telapak tanganku berada dibagian bawah buah dadanya yang lembut.

Tanganku kemudian meraba bagian kemaluan Ayu ting ting dan ternyata Ayu ting ting sudah basah, aku lalu menggeser posisiku. Aku berlutut diatas ranjang, kedua tanganku menarik kedua kaki Ayu ting ting dalam posisi mengangkang dan menaruhnya dipundakku sebelah kiri dan sebelah kanan, aku mengeser posisiku sehingga kini kepala kemaluanku berada dihadapan bibir vagina Ayu ting ting, aku menggesek – gesekkan kepala penisku sampai terasa geli karena licinnya bibir vagina Ayu ting ting, aku menekan memasukkan kepala penisku dan bibir vagina Ayu ting ting tanpa banyak komentar langsung menelan kepala penisku , aku memegangi kedua kaki Ayu ting ting dan menghentakkan penisku kuat kuat “Ahhhhhhhhhhhhhh…. “Ayu ting ting menjerit kecil ketika aku menyentakkan penisku kedalam vaginanya selanjutnya aku memacu penisku dengan cepat dan kuat.

“Engggggg… Unghhhh Ahh!”tangan Ayu ting ting menahan perutku dan aku berhenti sambil memandanginya , selanjutnya aku kembali menghajar vagina Ayu ting ting habis – habisan sampai Ayu ting ting menjerit – jerit kecil menahan seranganku yang semakin hebat , tangan Ayu ting ting menggapai – gapai mencari pegangan dan meraih guling sambil memeluk guling itu kuat – kuat, aku terus melakukan serangan serangan dan melesatkan penisku dengan kuat – kuat memanah lubang vagina Ayu ting ting yang semakin lama semakin terasa mengasikkan untuk dipanah dan “Crottt…. Crrttt….. crrtttt”aku melihat Mata Ayu ting ting terpejam rapat disertai tubuhnya yang menggelepar merasakan rasa nikmat, aku membiarkan Ayu ting ting menikmati rasa nikmat itu sampai tuntas, kemudian aku menurunkan kedua kaki Ayu ting ting , tanganku menarik guling yang sedang dipeluk oleh Ayu ting ting dan melemparkan guling itu kelantai selanjutnya aku menjatuhkan tubuhku dan memeluk punggung Ayu ting ting dan menghentak – hentakkan penisku, kaki Ayu ting ting yang biasanya dipakai untuk menendang tulang keringku kini menjepit tubuhku yang semakin kuat menghentak – hentakkan, kedua tangannya yang tadinya dipakai memeluk guling kini dipakainya untuk memelukku , agak lama aku merasakan pelukan Ayu ting ting semakin kuat dan kedua kakinya semakin kencang menjepit tubuhku , aku mendengar dengar suara – suara yang merdu keluar dari mulutnya “Engghhh Owwhhh crottttttt…. Crrt”Aku merasakan pelukan Ayu ting ting yang semula kencang kini melemah, aku terus menghentak – hentak dengan kuat karena aku merasakan sesuatu akan keluar dari penisku dan “Crrt.. Croottt”kini gantian aku yang memeluk kuat – kuat tubuh Ayu ting ting, nafasku tersengal-sengal bergabung dengan nafas Ayu ting ting yang juga memburu dengan kencang dan kuat bagaikan sedang habis berlari.

Hari itu aku tertidur sambil menindih tubuh Ayu ting ting dan rasanya sangat menyenangkan, keesokan harinya aku bangun lebih dahulu dari Ayu ting ting yang memang pemalas, Aduhhh!!!!! Begitu turun dari ranjang rasanya kedua kakiku lemas, dengkulku terasa akan lepas dari sendirnya, tiba- tiba aku teringat hari ini hari Rabu , biasanya orang tua angkatku pulang, aku langsung bangkit dan memakaikan pakaian tidur untuk Ayu ting ting yang masih tertidur, setelah beres kini giliranku yang pakai baju….namun aku mendengar suara mobil dari kejauhan dan itu suara mobil orang tua angkatku!!! aku panik dan berlari menuju kamarku dalam keadaan telanjang bulat.

Hari Rabu itu Ayu ting ting mendadak demam , aku dimarahi karena tidak menjaga Ayu ting ting dengan baik, aku disuruh menunggu rumah sedangkan orang tua angkatku mengantar Ayu ting ting ke dokter. Ayu ting ting diberi izin untuk beristirahat dirumah oleh dokter sedangkan orang tua angkatku dengan penuh perhatian merawat Ayu ting ting sampai demam Ayu ting ting sembuh selama tiga hari. Pada hari yang keempat kondisi Ayu ting ting berangsur membaik tapi ia masih harus istirahat, kedua orang tua angkatku harus segera pergi lagi menyelesaikan urusan bisnisnya dan kembali mempercayakan anak gadisnya padaku.

Dengan girang aku memasuki ke kamar tidurnya, kubuka perlahan-lahan pintu itu. Ayu ting ting masih tertidur, aku berdiri di pinggir ranjang mengguncang tubuhnya. Ia membuka-matanya perlahan-lahan lalu matanya membelakak kaget, wajahnya ketakutan sambil menggeleng-geleng kepalanya melihat diriku yang berdiri di sampingnya sambil menyeringai jahat.
“Tidakkkk!!!” jeritnya. Sik kan cerita seksnya ?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://bli-naruto.7forum.net
 
AYU TING TING
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» WTS : ER6-N 2012 LOW KM,STD TING-TONG, KINYIS2 BROO

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORUM NIMBUZZER & GRETONGERZ :: ENTERTAINMENT :: kumpulan cerpen dewasa-
Navigasi: